Reaktor TRIGA 2000 Bandung

Reaktor TRIGA 2000 adalah reaktor riset nuklir (non daya) pertama di Indonesia. TRIGA merupakan singkatan dari Training, Research and Isotope production by General Atomics yang berfungsi untuk pendidikan/pelatihan, penelitian dan produksi isotop. Reaktor ini mencapai kekritisan pertama kali pada 16 Oktober 1964 dan diresmikan 20 Februari 1965 pada daya 250 kW dengan nama Reaktor TRIGA Mark II Bandung oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno.

Pada tahun 2016, Bapeten memberikan izin operasi terbatas reaktor TRIGA 2000 Bandung dengan nomor dokumen 493/IO/Ka-BAPETEN/12-II/2016 yang diterbitkan pada bulan Februari tahun 2016. Izin tersebut diberikan sebagai pemenuhan persyaratan untuk mendapatkan izin operasi normal. Izin operasi normal reaktor TRIGA 2000 Bandung diberikan oleh Bapeten dengan nomor dokumen 500/IO/Ka-BAPETEN/29-V/2017 yang diterbitkan pada bulan Mei tahun 2017 dan berlaku hingga 10 tahun kedepan.

Jenis Layanan Iradiasi

Iradiasi adalah proses pemberian paparan radiasi pada suatu objek/sampel

Iradiasi dilakukan dengan teknik memasukkan target bahan sasaran ke dalam teras reaktor selama beberapa waktu dan juga dengan teknik pneumatik dengan orde menit.

Hasil dari proses iradiasi umumnya adalah produk radioisotop. Selain itu juga dapat dilakukan proses iradiasi pada sampel bahan mineral alam untuk meningkatkan nilai jual suatu bahan.

Iradiasi dilakukan dengan reaktor TRIGA 2000 yang memiliki jadwal iradiasi sesuai jadwal. Iradiasi dilakukan selama 72 jam pada daya 700 kW setiap 2 minggu. Untuk permintaan khusus seperti pneumatik dapat dilakukan sesuai permintaan.

Personel yang terlibat dalam kegiatan iradiasi telah memperoleh Surat ijin Bekerja (SIB) sebagai operator reaktor, supervisor reaktor, teknisi perawatan reaktor, supervisor perawatan reaktor, pengurus inventori bahan nuklir, pengawas inventori bahan nuklir dan petugas proteksi radiasi.

Posisi Menentukan Prestasi?

Pemilihan posisi iradiasi sangat bergantung radioaktivitas yang dihasilkan serta jenis produk yang ingin diperoleh. Besar fluks neutron berdasarkan posisi sampel dan lokasi ring yang dipilih dapat dilihat pada tabel.

Sampel dikemas dalam bentuk kontiner alumunium berbentuk silinder dengan ukuran tinggi 14 cm dan diameter 2,5cm. Untuk sistem pneumatik, kontiner berukuran tinggi 11,5 cm dan diameter 2,3 cm.

Proses layanan Iradiasi disesuaikan dengan jadwal operasi dari reaktor Triga 2000 Bandung. Dikarenakan perlunya persiapan pemrosesan, diharapkan sampel sudah diterima 2 hari sebelum reaktor beroperasi.

Prosedur Layanan Iradiasi

Pemohon mengisi formulir Pengajuan Layanan Iradiasi. Pengisian dapat dilakukan via Online maupun datang langsung ke PSTNT Batan Bandung.

Admin akan memeriksa dokumen persyaratan pengajuan layanan yang selanjutnya dilakukanpenyerahan sampel yang akan di Iradiasi. Penyerahan sampel minimal 2 hari sebelum reaktor beroperasi (sesuai jadwal yang dipilih).

Sampel akan diteruskan ke Engineer Operasi Reaktor untuk dilakukan pengecekan dan perencanaan proses iradiasi sampel.
Proses Iradiasi dilakukan selama reaktor beroperasi. Sampel akan ditempatkan pada posisi sesuai dengan permintaan dari pemohon. Setelah proses iradiasi selesai, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan oleh Petugas Proteksi Radiasi untuk memastikan produk aman dan selamat sampai pemohon

Admin layanan akan memberikan informasi terkait proses layanan yang sudah selesai dan akan di berikan biling untuk proses pembayaran.

Setelah proses pembayaran dilakukan oleh pemohon, selanjutnya dapat dilakukan serah terima hasil Iradiasi

Tarif Layanan

Ajukan permohonan untuk layanan Ini

Silahkan daftar akun terlebih dahulu untuk mengajukan Layanan Iradiasi

PSTNT BATAN

Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan(PSTNT) mempunyai tugas melaksanakan litbang senyawa bertanda dan radiometri, pemanfaatan teknofisika, dan pengelolaan reaktor riset dibawah koordinasi Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir

Jl. Tamansari No.71
Bandung, 40132

silaras@batan.go.id

022-2503997

08112239971

Pesan telah terkirim. Terimakasih