Iodium-131

Radioisotop ini dihasilkan dari proses Iradiasi Reaktor Triga 2000 Bandung

Radioisotop ini telah digunakan di dalam ilmu kedokteran nuklir dan farmakologi untuk diagnosis dan terapi penyakit.

Selain itu, radioisotop ini dimanfaatkan di bidang hidrologi dan industri sebagai radiotracer, salah satunya adalah untuk mendeteksi kebocoran pipa bawah tanah.

Brom-82

Merupakan radioisotop yang memancarkan radiasi sinar gamma dengan energi yang kuat antara 554-1474 keV namun memiliki waktu paro yang singkat selama 35 jam. Karakteristik ini menjadikan Brom-82 sebagai radioisotop primadona dalam pemanfaatan sebagai perunut/radiotracer terutama di industri dan lingkungan.

Energi gamma yang kuat mampu menembus materi seperti permukaan tanah, pipa-pipa industri ataupun tembok sehingga kebocoran yang terjadi pada suatu sistem dapat dengan mudah terdeteksi. Waktu paro yang relatif singkat menjamin keamanan penggunaan Brom-82 karena cepat meluruh dan berubah menjadi unsur stabil gas kripton-82 yang memiliki potensi bahaya sangat kecil karena sifat inertnya.

Phosphorus-32(P-32)

P-32 merupakan pemancar radiasi Beta dengan energi maksimum 695 keV dengan waktu paro 14 hari. Radioisotop ini dimanfaatkan sebagai perunut/radiotracer dalam penelitian jalur metabolisme makhluk hidup karena unsur fosfor termasuk dalam unsur yang sering digunakan oleh makhluk hidup dalam pembuatan berbagai biomolekul dalam sel, termasuk di dalam DNA.

Selain itu di dunia kedokteran nuklir, P-32 dimanfaatkan sebagai agen terapi terutama terapi kanker kulit dan keloid serta kanker mata. P-32 pernah pula menjadi primadona dalam diagnosis tumor ganas karena sel kanker memiliki tendensi untuk mengakumulasi fosfor lebih banyak dibandingkan sel normal.

Prosedur Permohonan Radioisotop

Pemohon mengisi formulir Permohonan Produk Radioisotop. Pengisian dapat dilakukan via Online maupun datang langsung ke PSTNT Batan Bandung.

Admin akan memeriksa dokumen persyaratan pengajuan layanan yang selanjutnya diteruskan ke Engineer Operasi Reaktor untuk dilakukan perencanaan proses produksi radioisotop.
Tahapan awal dari produksi radioisotop adalah proses Iradiasi. Proses Iradiasi dilakukan sesuai dengan jadwal operasi reaktor. Selanjutnya akan dilakukan proses Radioisotop di fasilitas laboratorium Senyawa Bertanda dan Radiometri untuk menghasilkan produk yang diinginkan

Radioisotop yang telah dihasilkan akan di lakukan pengecekan kualitas(QC) dan pemeriksaan oleh Petugas Proteksi Radiasi untuk memastikan produk aman dan selamat sampai pemohon.
Admin layanan akan memberikan informasi terkait proses layanan yang sudah selesai dan akan di berikan biling untuk proses pembayaran.

Setelah proses pembayaran dilakukan oleh pemohon, selanjutnya dapat dilakukan serah terima Produk Radioisotop.

Ajukan permohonan produk radioisotop

Silahkan daftar akun terlebih dahulu untuk mengajukan Permohonan Radioisotop

PSTNT BATAN

Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan(PSTNT) mempunyai tugas melaksanakan litbang senyawa bertanda dan radiometri, pemanfaatan teknofisika, dan pengelolaan reaktor riset dibawah koordinasi Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir

Jl. Tamansari No.71
Bandung, 40132

silaras@batan.go.id

022-2503997

08112239971

Pesan telah terkirim. Terimakasih